Bismillahirrahmanirrahim
Halo semua
apa kabar? Semoga kalian senan tiasa diberikan kesehatan selalu, amin. Ini
adalah topik pertama dalam blog ini mengenai review buku yang berjudul jalan
bahagia: para filsuf muslim dan pemikiran Filsafatnya. Buku ini merupakan
gerbang utama untuk kita mempelajari filsafat Islam, bagi kita yang awam dan
tidak tahu bahwa Islam pernah mengalami masa kejayaan dimana intelektual hadir
dan membawa penelitian ilmu pengetahuan yang hingga sampai sekarang di gunakan,
kalian mungkin pernah mengenal Ibnu Sina, imam Al-Ghazali, Ibnu bajjah dan
masih banyak lagi.
Nah didalam
buku ini, kalian akan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang dibawa oleh
Para filsuf, di dalam setiap bab terdapat filsuf Islam yang membawa ajaran
berbeda beda, ada yang tentang Akal, medis, astronomi, serta terkait hubungan
antar manusia, seperti rumah tangga, yang menariknya adalah disini setiap ilmu
pengetahuan dilandaskan pada Al-Qur'an, yang menjadi bahan utama untuk membedah
dimensi kehidupan, jadi semua punya landasan utama yang kuat.
Di sisi lain
dalam buku ini memperlihatkan dimana perang saudara terjadi, para filsuf
dipaksa lari menghindari peperangan yang terjadi didalam negri nya, di era
perang yang berkecamuk, tetapi para filsuf tetap mempertahankan kekuatan akal
untuk menjelaskan sesuatu seperti Ibnu bajjah yang terdesak oleh perang, dan
zaman yang tidak kondusif, beliau harus terus berfikir secara sehat dan
bergumul dengan zaman yang kurang baik, hingga beliau meninggal dengan cara di
racun, tragis tapi itulah sosok filsuf yang mencari kebenaran sejati.
Ada pun
sosok ahli filsuf yang menerangkan tentang hakikat hidup serta keterlibatan
alam semesta melalui dongeng, filsuf ini disebut novelis, yaitu namanya Ibnu
thufail, beliau menjelaskan suatu logika dengan dongeng agar mudah diserap oleh
akal manusia, dan yang terakhir dalam bab buku ini ada sosok filsuf Ibnu
Khaldun, beliau adalah sosok filsuf sejarah kontemporer, yang banyak merevisi
karya sejarah cendikiawan lain, dengan analisis yang tajam, dan memakai logika,
beliau menjelaskan kenapa hal itu salah dan tidak cocok, menurut berbagai tokoh
intelektual beliau adalah ahli sejarah murni.
Kalau saya
sendiri suka argumen dari filsuf Nashiruddin At-thusi, beliau menjabarkan kalau
suatu negara jika ingin maju di mulai dari keluarga kecil terlebih dahulu,
beliau menjabarkan juga hubungan keluarga bukan tentang syahwat saja, tetapi
harus saling menghormati dan ketundukan, istri harus nurut kepada suami, suami
mencari rezeki dengan cara yang halal, asisten rumah tangga harus menjaga nama
baik tuanya, sang tuan harus memberikan upah yang layak kepada pembantunya,
kalau rumah tangga bisa harmonis, maka sendi-sendi kehidupan juga bakal
harmonis
Terimakasih sudah membaca
Judul buku: Jalan Bahagia; para filsuf muslim dan pemikiran filsafatnya
Penulis : Saiful falah
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Tahun : 2021
sumber:
https://ebooks.gramedia.com/id/buku/jalan-bahagia-mengenal-filsafat-islam

Posting Komentar